Amanah VS
Khianat
I.
Daftar Isi
1.
Definisi
2.
Al-Kisah
3.
Ciri-Ciri
4.
Sisi Baik & Sisi Buruk
5.
Dalil
6.
Macam-Macam
7.
Kiat-Kiat Untuk Memperkuat Sifat Tersebut
8.
Referensi
Ж
Definisi
Amanah adalah suatu sifat Allah
& Rasulullah, yaitu melakukan sesuatu
yang menjadi tugasnya (menjauhi larangan dan melakukan perintah/yang
baik), menepati janji, menyampaikan
segala bentuk titipan, dan bertanggung jawab atas segala tugas, jabatan, diri
sendiri, kelakuan dan amanah. Sifat ini harus ada dalam sifat muslim seperti
yang terdapat di Hadist Rasulullah SAW yang akan dijelaskan nanti. Sifat ini
akan menimbulkan rasa setia satu sama lain dan akan menimbulkan kepercayaan.
B.
Khianat
Khianat adalah sifat syaiton
Nirrojim yang harus selalu di jauhi, yaitu, melanggar janji, melakukan
perbuatan tidak setia, tidak mena’ati perintah, melalaikan tanggungb jawab
dalam berbagai hal. Sifat ini akan menghancurkan diri kita sendiri dan orang
lain. Contohnya adalah para petinggi bangsa ini yang selalu berbuat hal yang
jauh dari sifat Amanah, contohnya adalah korupsi. Perbuatan ini akan
menghancurkan imej kita dimanapun kita berada dan kepercayaan akan menjauh dari
kita
Ж
Al-Kisah
a)
Kisah di Perang Uhud
Perang Uhud adalah perang umat Muslim yang
kedua setelah Perang Badar, yang juga bertarung melawan Kafir Quraisy. Perang
ini adalah perang balas dendam Kaum Kafir karena kalah di Perang Badar.
Pada saat itu tentara muslim berjumlah 700
orang sedangkan pasukan Kafir berjumlah 3000 orang.
Di awala peperangan sampai pertengahan,
pasukan muslim berhasil mendominasi pertarungan, karena di atas Bukit Uhud
ditempatkan sekelompok pemanah yang diperintahkan untuk tidak turun selama
peperangan masih berlanjut, karena itulah kunci kemenangan untuk Muslim.
Sayangnya, ketika perang sudah hampir dimenangkan
oleh Muslim dan para Kafir berlari ketakutan dan meninggalkan rampasan perang, para pemanah tergiur untuk
mengambil rampasan perang karena ketakutan akan tidak kedapatan bagian.
Akhirnya mereka pun turun dari Bukit Uhud dan berkumpul dengan para muslim yang
lain, yaitu mengambil rampasan perang.
Ternyata celah ini dilihat oleh salah satu
kelompok yang dipimpin oleh Khalid bin Walid. Dengan kecerdikannya ia
memerintahkan pasukan berkuda untuk memutari Bukit Uhud dan mrengepung Umat
Muslim yang berada di tengah. Ternyata taktik ini berhasil, sehingga membuat
Umat Muslim lari kocar-kacir. Akhirnya perang pun berhasil dimenangi oleh Kaum
Kafir.
b)
Kisah Kematian Imam Hasan
Pada saat itu Imam Hasan baru saja selesai
perang dan beliau merasa sangat lelah, beliaupun beristirahat di rumah dan
diurus oleh istrinya.
Pada saat itu, zaman Islam sedang dalam masa
pergolakan, karena terjadi perseteruan antara pihak bangsawan yaitu Muawiyyah
dan pihak Imam Hasan. Muawiyyah berusaha sekuat tenaga dengan cara apapun untuk
merebut jabatan khalifah dari tangan Imam Hasan yang diberikan oleh ayahnya
yaitu Imam Ali. Muawiyyah adalah seorang muslim-musliman (islam KTP) yang hanya
mau mendapatkan kekayaan dan jabatan.
Akhirnya, Muawiyyah mendapatkan taktik baru
untuk merebut tahta. Yaitu dengan cara merayu istri dari Imam Hasan untuk menikan dengan Yazid (anak
Muawiyyah yang tampan nan gagah, sayangnya ia adalah seorang pemabuk berat)
dengan akad nikah yaitu kematian Imam Hasan.
Istri Muawiyyah pun tergiur yang akhirnya
menerima tawaran itu. Sehingga saat Imam Hasan ingin makan, sang istri
memberikan racun ke makanan Imam Hasan.
Ketika Imam Hasan memakannya, Imam Hasan pun tejatuh dan meninggal dunia.
Sang istri pun pergi ke Muawiyyah untuk
menagih janjinya. Ternyata, saat ia dating ia tak dianggap dan dibohongi oleh
Muawiyyah. Akhirnya untuk beberapa saat, Muawiyyah mengambil jabatan yang
akhirnya meninggal di zaman Imam Husain.
Ж
Ciri-Ciri
I. Orang
Amanah
a.
Setiap orang percaya kepadanya
b.
Tidak pernah melanggar janji dan permintaan(yang
baik)
c.
Bisa menjaga rahasia
d.
Setiap titipan akan disampaikan
e.
Permintaan akan dilaksanakan
f.
Bisa diberi kepercayaan
g.
Dapat bertanggung jawab atas segala
jabatan/tanggung jawab
h.
Melakukan sesuatu yang harus/boleh untuk dilakukan
II. Orang
Khianat
a.
Tidak ada yang percaya
b.
Melanggar janji
c.
Tidak bias diberi kepercayaan
d.
Perintah dan titipan selalu dilanggar
e.
Tidak bias menjaga rahasia
f.
Suka menyebar aib orang
g.
Comel
h.
Menyepelekan tanggung jawab
i.
Melakukan sesuatu yang tidak seharusnya ia lakukan
Ж
Sisi Baik Amanah
a.
Dipercaya semua orang
b.
Dicintai Allah dan Rasul
c.
Didekatkan pada surga
d.
Dapat pahala
e.
Mendapat/mempunyai banyak teman dan sedikit musuh
f.
Hati akan menjadi lebih tenang karena amanat telah
dilaksanakan
g.
Dipercaya menjadi pemimpin
h.
Dipercaya di setiap keadaan dan kejadian
i.
Terbebas dari tuduhan karena dipercaya
j.
Akan lebih sering jujur
Ж
Sisi Buruk Khianat
a.
Mendapat kesialan
b.
Dibenci Allah dan Rasul
c.
Didekatkan pada neraka
d.
Dapat dosa]
e.
Dijauhi orang
f.
Hati selalu gundah karena tak melaksanakan amanah
g.
Tak akan dipercaya
h.
Akan lebih sering bohong
i.
Selalu mendapat pahala
j.
Tidak akan di jadikan pemimpin
k.
Tak akan diberi tanggung jawab
Ж
Macam - Macam
1.
Amanah terhadap tanggung jawab yang sedang
dipikul, contoh: menjadi ketua OSIS, ketua kamar, dll
2.
Amanah terhadap titipan dan janji. Amanah disini
harus diartikan dengan menepati janji dan menyampaikan titipan
3.
Amanah terhadap tubuh dan nikmat dari Allah SWT.
Maksudnya adalah kita harus menjaga tubuh dan menggunakannya dengan sebaik
mungkin dan mensyukurinya, sama dengan nikmat Allah SWT, kita harus
menggunakannya dengan sebaik mungkin. Contoh: menjaga aurat
4.
Amanah terhadap rahasia dan aib, yaitu menjaga
dengan sebaik mungkin ( jika itu yang terbaik) rahsia dan aib orang lain
Ж
Kiat – Kiat untuk memperkuat sifat amanah
1.
Berusaha menganggap tanggung jawab sebagai
permainan, yaitu santai tetapi tetap serius
2.
Banyak berdoa kepada Allah SWT agar diberi
kemudahan dan istiqomah
3.
Belajarlah menjadi orang jujur dan jauhi
kebohongan
4.
Timbulkanlah dalam diri bahwa nikmat Allah SWT harus
dipergunakan dengan sebaik-baiknya, karena bila kita melalaikannya, nikmat kita
akan dikurangi
5.
Ingatlah dalam diri sisi baik amanah dan sisi
buruk khianat
6.
Belajarlah untuk adil, kita ingin mempunyai teman
yang amanah tetapi kita sendiri tidak amanah
7.
Ingatlah bahwa kepercayaan itu mahal dan jika kita
melalaikannya kita tak aka n mendapatkannya kembali
8.
Hargailah orang yang memberikan kepercayaan kepada
kita
Ж
Dalil
1.
Diriwayatkan
pula dari Abu Hurairah r.a., ia bercerita, "Ketika Rasulullah saw. sedang
berbicara di hadapan para Sahabat, tiba-tiba datanglah seorang Arab badui, lalu
bertanya, 'Bilakah terjadi hari Kiamat?' Namun Rasulullah terus melanjutkan
pembicaraan. Sebagian orang berkata, 'Rasulullah mendengarnya namun beliau
membenci perkataannya itu.' Sebagian orang berkata, 'Beliau tidak
mendengarnya.' Setelah selesai berbicara Rasulullah berkata, 'Di mana si penanya tentang hari Kiamat
tadi?' 'Aku orangnya, wahai Rasulullah!' sahutnya. Rasulullah
berkata, 'Jika amanah telah
disia-siakan, maka tunggulah hari Kiamat.' 'Bagaimanakah amanah
disia-siakan?' tanyanya lagi. Rasulullah berkata, 'Jika urusan ini telah diserahkan kepada orang yang bukan
ahlinya, maka tunggulah hari Kiamat'!" (HR Bukhari [59]).
2.
Diriwayatkan
dari Abu Hurairah r.a., ia berkata, "Rasulullah saw. pernah berdo'a, 'Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari
rasa lapar, karena lapar merupakan seburuk-buruk pendamping. Dan aku berlindung
kepada-Mu dari sifat khianat (yaitu tidak menunaikan amanat Allah dan manusia),
karena khianat merupakan seburuk-buruk perangai'." (Shahih,
Abu Dawud [1547], an-Nasa'i [VIII/263], dan Ibnu Majah [3354]).
3.
Diriwayatkan dari Anas bin Malik r.a., ia berkata
(artinya), "Suatu ketika Rasulullah saw. berkhutbah di hadapan kami, dalam
khutbahnya beliau berkata, 'Tidak
ada iman bagi yang tidak memiliki sifat amanah. Dan, tidak ada agama bagi yang
tidak menepati perjanjian'." (Shahih, Ahmad [III/135, 154, 210
dan 251], al-Baghawi dalam Syarhus
Sunnah [38], Ibnu Hibban [194], al-Baihaqi [IV/97, VI/288 dan
IX/231], al-Qudha'i dalam Musnad
asy-Syihaab [848, 849 dan 850]).
4.
Allah
SWT berfirman (artinya), "Hai
orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul
(Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang
dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui." (Al-Anfaal:
27).
5.
Rasulullah
bersabda:
قال الرسول: ” آية المنافق ثلاثة : إِذَا حَدَثَ كَذَبَ، وَإِذَا وَعَدَ أَحْلَفَ، وَإِذَا ائْتُمِنَ خَانَ/ متفق عليه
“Tanda-tanda orang munafik ada 3. Jika
berbicara berbohong, jika berjanji ingkar dan jika dipercaya berkhianat.” (HR. Bukhari Muslim)
6.
Dipermalukan di hari kiamat.
” فَكُلَّ غَادَرٍ لِوَاءٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ يُقَالُ: هَذِهِ غُدْرَةُ فُلاَنٍ”/ متفق عليه
“Setiap pengkhianatan akan mendapat
bendera di hari kiamat, disebutkan ini pengkhianatan si fulan dan ini
pengkhianatan si fulan.” (HR. Bukhari Muslim)
7.
Tidak disukai oleh Allah.
Allah SWT berfirman:
“Sesungguhnya Allah tidak menyukai
orang-orang yang berkhianat.” (QS. 8:58)
Dalam ayat yang lain Allah SWT berfirman:
“Dan janganlah kamu berdebat (untuk
membela) orang-orang yang mengkhianati dirinya. Sesungguh-nya Allah tidak
menyukai orang-orang yang selalu berkhianat lagi bergelimang dosa,” (QS. 4:107)
Dalam ayat yang lain Allah SWT juga berfirman:
“Sesungguhnya Allah membela orang-orang
yang telah beriman. Sesungguhnya Allah tidak menyukai tiap-tiap orang yang
berkhianat lagi mengingkari nikmat.” (QS. Al-Hajj: 38)
8. Khianat merupakan sifat orang
Yahudi
Allah SWT berfirman:
“(Tetapi) karena mereka melanggar
janjinya, Kami kutuk mereka, dan Kami jadikan hati mereka keras membatu. Mereka
suka merubah perkataan (Allah) dari tempat-tempatnya, dan mereka (sengaja)
melupakan sebagian dari apa yang mereka telah diperingatkan dengannya, dan kamu
(Muhammad) senantiasa akan melihat pengkhianatan dari mereka kecuali sedikit di
antara mereka (yang tidak berkhianat), maka maafkanlah mereka dan biarkanlah
mereka, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.” (QS. 5:13)
9.Khianat adalah jalan menuju neraka.
Allah SWT berfirman:
“Allah membuat istri Nuh dan istri Luth
perumpamaan bagi orang-orang kafir. Keduanya berada di bawah pengawasan dua
orang hamba yang saleh di antara hamba-hamba Kami; lalu kedua istri itu
berkhianat kepada kedua suaminya, maka kedua suaminya itu tiada dapat membantu
mereka sedikit pun dari (siksa) Allah; dan dikatakan (kepada keduanya);
“Masuklah ke neraka bersama orang-orang yang masuk (neraka)”. (QS. 66:10)
“Sesungguhnya
Allah memerintahkan kalian untuk menunaikan amanah kepada yang berhak
menerimanya.” (An-Nisa`: 58)
Ж
Daftar Pustaka
Daftar Pustaka



0 komentar:
Posting Komentar