Selasa, 06 November 2012

Amanah VS Khianat



Amanah VS Khianat

I.              Daftar  Isi

1.               Definisi
2.              Al-Kisah
3.              Ciri-Ciri
4.              Sisi Baik & Sisi Buruk
5.              Dalil
6.              Macam-Macam
7.              Kiat-Kiat Untuk Memperkuat Sifat Tersebut
8.              Referensi









Ж                      Definisi
A.             Amanah
Amanah adalah suatu sifat Allah & Rasulullah, yaitu melakukan sesuatu yang menjadi tugasnya (menjauhi larangan dan melakukan perintah/yang baik),  menepati janji, menyampaikan segala bentuk titipan, dan bertanggung jawab atas segala tugas, jabatan, diri sendiri, kelakuan dan amanah. Sifat ini harus ada dalam sifat muslim seperti yang terdapat di Hadist Rasulullah SAW yang akan dijelaskan nanti. Sifat ini akan menimbulkan rasa setia satu sama lain dan akan menimbulkan kepercayaan.
B.              Khianat
Khianat adalah sifat syaiton Nirrojim yang harus selalu di jauhi, yaitu, melanggar janji, melakukan perbuatan tidak setia, tidak mena’ati perintah, melalaikan tanggungb jawab dalam berbagai hal. Sifat ini akan menghancurkan diri kita sendiri dan orang lain. Contohnya adalah para petinggi bangsa ini yang selalu berbuat hal yang jauh dari sifat Amanah, contohnya adalah korupsi. Perbuatan ini akan menghancurkan imej kita dimanapun kita berada dan kepercayaan akan menjauh dari kita   




Ж                     Al-Kisah
a)             Kisah di Perang Uhud
Perang Uhud adalah perang umat Muslim yang kedua setelah Perang Badar, yang juga bertarung melawan Kafir Quraisy. Perang ini adalah perang balas dendam Kaum Kafir karena kalah di Perang Badar.
Pada saat itu tentara muslim berjumlah 700 orang sedangkan pasukan Kafir berjumlah 3000 orang.
Di awala peperangan sampai pertengahan, pasukan muslim berhasil mendominasi pertarungan, karena di atas Bukit Uhud ditempatkan sekelompok pemanah yang diperintahkan untuk tidak turun selama peperangan masih berlanjut, karena itulah kunci kemenangan untuk Muslim.
Sayangnya, ketika perang sudah hampir dimenangkan oleh Muslim dan para Kafir berlari ketakutan dan meninggalkan  rampasan perang, para pemanah tergiur untuk mengambil rampasan perang karena ketakutan akan tidak kedapatan bagian. Akhirnya mereka pun turun dari Bukit Uhud dan berkumpul dengan para muslim yang lain, yaitu mengambil rampasan perang.
Ternyata celah ini dilihat oleh salah satu kelompok yang dipimpin oleh Khalid bin Walid. Dengan kecerdikannya ia memerintahkan pasukan berkuda untuk memutari Bukit Uhud dan mrengepung Umat Muslim yang berada di tengah. Ternyata taktik ini berhasil, sehingga membuat Umat Muslim lari kocar-kacir. Akhirnya perang pun berhasil dimenangi oleh Kaum Kafir.

b)             Kisah Kematian Imam Hasan
Pada saat itu Imam Hasan baru saja selesai perang dan beliau merasa sangat lelah, beliaupun beristirahat di rumah dan diurus oleh istrinya.
Pada saat itu, zaman Islam sedang dalam masa pergolakan, karena terjadi perseteruan antara pihak bangsawan yaitu Muawiyyah dan pihak Imam Hasan. Muawiyyah berusaha sekuat tenaga dengan cara apapun untuk merebut jabatan khalifah dari tangan Imam Hasan yang diberikan oleh ayahnya yaitu Imam Ali. Muawiyyah adalah seorang muslim-musliman (islam KTP) yang hanya mau mendapatkan kekayaan dan jabatan.   
Akhirnya, Muawiyyah mendapatkan taktik baru untuk merebut tahta. Yaitu dengan cara merayu istri dari Imam  Hasan untuk menikan dengan Yazid (anak Muawiyyah yang tampan nan gagah, sayangnya ia adalah seorang pemabuk berat) dengan akad nikah yaitu kematian Imam Hasan.
Istri Muawiyyah pun tergiur yang akhirnya menerima tawaran itu. Sehingga saat Imam Hasan ingin makan, sang istri memberikan racun ke makanan Imam  Hasan. Ketika Imam Hasan memakannya, Imam Hasan pun tejatuh dan meninggal dunia.
Sang istri pun pergi ke Muawiyyah untuk menagih janjinya. Ternyata, saat ia dating ia tak dianggap dan dibohongi oleh Muawiyyah. Akhirnya untuk beberapa saat, Muawiyyah mengambil jabatan yang akhirnya meninggal di zaman Imam Husain.


Ж                     Ciri-Ciri
       I.    Orang Amanah
a.              Setiap orang percaya kepadanya
b.              Tidak pernah melanggar janji dan permintaan(yang baik)
c.              Bisa menjaga rahasia
d.              Setiap titipan akan disampaikan
e.              Permintaan akan dilaksanakan
f.              Bisa diberi kepercayaan
g.              Dapat bertanggung jawab atas segala jabatan/tanggung jawab
h.              Melakukan sesuatu yang harus/boleh untuk dilakukan
   II.    Orang Khianat
a.              Tidak ada yang percaya
b.              Melanggar janji
c.              Tidak bias diberi kepercayaan
d.              Perintah dan titipan selalu dilanggar
e.              Tidak bias menjaga rahasia
f.              Suka menyebar aib orang
g.              Comel
h.              Menyepelekan tanggung jawab
i.                Melakukan sesuatu yang tidak seharusnya ia lakukan


Ж                      Sisi Baik Amanah
a.               Dipercaya semua orang
b.              Dicintai Allah dan Rasul
c.               Didekatkan pada surga
d.              Dapat pahala
e.               Mendapat/mempunyai banyak teman dan sedikit musuh
f.               Hati akan menjadi lebih tenang karena amanat telah dilaksanakan
g.               Dipercaya menjadi pemimpin
h.              Dipercaya di setiap keadaan dan kejadian
i.                Terbebas dari tuduhan karena dipercaya
j.               Akan lebih sering jujur

Ж                      Sisi Buruk Khianat
a.               Mendapat kesialan
b.              Dibenci Allah dan Rasul
c.               Didekatkan pada neraka
d.              Dapat dosa]
e.               Dijauhi orang
f.               Hati selalu gundah karena tak melaksanakan amanah
g.               Tak akan dipercaya
h.              Akan lebih sering bohong
i.                Selalu mendapat pahala
j.               Tidak akan di jadikan pemimpin
k.               Tak akan diberi tanggung jawab



Ж                    Macam - Macam

1.              Amanah terhadap tanggung jawab yang sedang dipikul, contoh: menjadi ketua OSIS, ketua kamar, dll
2.             Amanah terhadap titipan dan janji. Amanah disini harus diartikan dengan menepati janji dan menyampaikan titipan
3.             Amanah terhadap tubuh dan nikmat dari Allah SWT. Maksudnya adalah kita harus menjaga tubuh dan menggunakannya dengan sebaik mungkin dan mensyukurinya, sama dengan nikmat Allah SWT, kita harus menggunakannya dengan sebaik mungkin. Contoh: menjaga aurat
4.             Amanah terhadap rahasia dan aib, yaitu menjaga dengan sebaik mungkin ( jika itu yang terbaik) rahsia dan aib orang lain


Ж                     Kiat – Kiat untuk memperkuat sifat amanah

1.               Berusaha menganggap tanggung jawab sebagai permainan, yaitu santai tetapi tetap serius
2.              Banyak berdoa kepada Allah SWT agar diberi kemudahan dan istiqomah
3.              Belajarlah menjadi orang jujur dan jauhi kebohongan
4.              Timbulkanlah dalam diri bahwa nikmat Allah SWT harus dipergunakan dengan sebaik-baiknya, karena bila kita melalaikannya, nikmat kita akan dikurangi
5.              Ingatlah dalam diri sisi baik amanah dan sisi buruk khianat
6.              Belajarlah untuk adil, kita ingin mempunyai teman yang amanah tetapi kita sendiri tidak amanah
7.              Ingatlah bahwa kepercayaan itu mahal dan jika kita melalaikannya kita tak aka n mendapatkannya kembali
8.              Hargailah orang yang memberikan kepercayaan kepada kita

Ж                      Dalil
1.               Diriwayatkan pula dari Abu Hurairah r.a., ia bercerita, "Ketika Rasulullah saw. sedang berbicara di hadapan para Sahabat, tiba-tiba datanglah seorang Arab badui, lalu bertanya, 'Bilakah terjadi hari Kiamat?' Namun Rasulullah terus melanjutkan pembicaraan. Sebagian orang berkata, 'Rasulullah mendengarnya namun beliau membenci perkataannya itu.' Sebagian orang berkata, 'Beliau tidak mendengarnya.' Setelah selesai berbicara Rasulullah berkata, 'Di mana si penanya tentang hari Kiamat tadi?' 'Aku orangnya, wahai Rasulullah!' sahutnya. Rasulullah berkata, 'Jika amanah telah disia-siakan, maka tunggulah hari Kiamat.' 'Bagaimanakah amanah disia-siakan?' tanyanya lagi. Rasulullah berkata, 'Jika urusan ini telah diserahkan kepada orang yang bukan ahlinya, maka tunggulah hari Kiamat'!" (HR Bukhari [59]).
                                    
2.              Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a., ia berkata, "Rasulullah saw. pernah berdo'a, 'Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari rasa lapar, karena lapar merupakan seburuk-buruk pendamping. Dan aku berlindung kepada-Mu dari sifat khianat (yaitu tidak menunaikan amanat Allah dan manusia), karena khianat merupakan seburuk-buruk perangai'." (Shahih, Abu Dawud [1547], an-Nasa'i [VIII/263], dan Ibnu Majah [3354]).
3.              Diriwayatkan dari Anas bin Malik r.a., ia berkata (artinya), "Suatu ketika Rasulullah saw. berkhutbah di hadapan kami, dalam khutbahnya beliau berkata, 'Tidak ada iman bagi yang tidak memiliki sifat amanah. Dan, tidak ada agama bagi yang tidak menepati perjanjian'." (Shahih, Ahmad [III/135, 154, 210 dan 251], al-Baghawi dalam Syarhus Sunnah [38], Ibnu Hibban [194], al-Baihaqi [IV/97, VI/288 dan IX/231], al-Qudha'i dalam Musnad asy-Syihaab [848, 849 dan 850]).
4.              Allah SWT berfirman (artinya), "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui." (Al-Anfaal: 27). 

5.              Rasulullah bersabda:
 قال الرسول: ” آية المنافق ثلاثة : إِذَا حَدَثَ كَذَبَ، وَإِذَا وَعَدَ أَحْلَفَ، وَإِذَا ائْتُمِنَ خَانَ/ متفق عليه
“Tanda-tanda orang munafik ada 3. Jika berbicara berbohong, jika berjanji ingkar dan jika dipercaya berkhianat.” (HR. Bukhari Muslim)

6.              Dipermalukan di hari kiamat.
فَكُلَّ غَادَرٍ لِوَاءٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ يُقَالُ: هَذِهِ غُدْرَةُ فُلاَنٍ”/ متفق عليه
“Setiap pengkhianatan akan mendapat bendera di hari kiamat, disebutkan ini pengkhianatan si fulan dan ini pengkhianatan si fulan.” (HR. Bukhari Muslim)
7.              Tidak disukai oleh Allah.
Allah SWT berfirman:
“Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berkhianat.” (QS. 8:58)
Dalam ayat yang lain Allah SWT berfirman:
“Dan janganlah kamu berdebat (untuk membela) orang-orang yang mengkhianati dirinya. Sesungguh-nya Allah tidak menyukai orang-orang yang selalu berkhianat lagi bergelimang dosa,” (QS. 4:107)
Dalam ayat yang lain Allah SWT juga berfirman:
“Sesungguhnya Allah membela orang-orang yang telah beriman. Sesungguhnya Allah tidak menyukai tiap-tiap orang yang berkhianat lagi mengingkari nikmat.” (QS. Al-Hajj: 38)
8. Khianat merupakan sifat orang Yahudi
Allah SWT berfirman:
“(Tetapi) karena mereka melanggar janjinya, Kami kutuk mereka, dan Kami jadikan hati mereka keras membatu. Mereka suka merubah perkataan (Allah) dari tempat-tempatnya, dan mereka (sengaja) melupakan sebagian dari apa yang mereka telah diperingatkan dengannya, dan kamu (Muhammad) senantiasa akan melihat pengkhianatan dari mereka kecuali sedikit di antara mereka (yang tidak berkhianat), maka maafkanlah mereka dan biarkanlah mereka, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.” (QS. 5:13)
 9.Khianat adalah jalan menuju neraka.
Allah SWT berfirman:
“Allah membuat istri Nuh dan istri Luth perumpamaan bagi orang-orang kafir. Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang saleh di antara hamba-hamba Kami; lalu kedua istri itu berkhianat kepada kedua suaminya, maka kedua suaminya itu tiada dapat membantu mereka sedikit pun dari (siksa) Allah; dan dikatakan (kepada keduanya); “Masuklah ke neraka bersama orang-orang yang masuk (neraka)”. (QS. 66:10)

“Sesungguhnya Allah memerintahkan kalian untuk menunaikan amanah kepada yang berhak menerimanya.” (An-Nisa`: 58)

Ж                    
Daftar Pustaka
b.              Sumber:  http://asysyariah.com/amanah.html












Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

0 komentar:

Posting Komentar